Pencapaian Produksi Padi Harus Bisa 82 Juta Ton


SUBANG – Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring mengingatkan para petani, dinas, maupun staekholder terkait target pencapaian produksi padi. Menurutnya tahun 2019 nanti akan ditagih presiden, produksi padi harus bisa mencapai 82 juta ton. Sedangkan sasaran produksi nasional tahun 2015 ini ditetapkan sebanyak 73,4 juta ton.

Hal itu dikatakan dirjen dihadapan para petani dan tamu undangan pada acara Panen Raya Padi benih Pak TIWI-1 di Legon Kulon Kabupaten Subang, Rabu (10/6/2015). Dirjen mengatakan pihaknya optimis sasaran produksi yang sudah ditetapkan itu bisa tercapai. Sebab berbagai dukungan infrastruktur sudah banyak yang digulirkan maupun akan dilaksanakan untuk mendukung peningkatan produksi padi setiap tahunnya.

“Misalnya, sasaran produksi nasional tahun ini sebesar 73 juta ton. Saya optimis bisa tercapai. Apalagi tahun ini beberapa sentra padi, produksinya cukup baik dan tak terjadi bencana. Beda dengan tahun 2014 lalu, waktu itu sentra produksi padi di Pantura Termasuk Subang, Karawang, dan Indramayu dilanda banjir,” katanya.

Dijelaskan Dirjen, tahun 2014 lalu produksi padi nasional sekitar 70,8 juta ton. Kemudian tahun ini target produksi bisa meningkat hingga mencapai 73,4 juta ton. Kenaikan produksi itu ditargetkan bisa naik terus setiap tahunnya hingga 2019 nanti bisa mencapai 82 juta ton. Khusus produksi Subang dari laporan yang masuk angkanya sudah cukup. Demikian pula dengan produksi padi Jabar tahun ini tinggal membutuhkan sebanyak 16 ribu ton lagi atau setara dengan luas tanam sekitar 3.000 hektare.

“Tahun ini pemerintah sudah melarang impor beras, jadi harus diimbangi dengan peningkatan produksi lokal. Untuk meningkatkan produksi caranya ada dua, yaitu menambah luas tanam dan menaikkan produktivitas. Produktivitas bisa naik dengan penerapan teknologi seperti menggunakan benih unggul yang cocok dengan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Dikatakannya, berbagai upaya mendorong peningkatan produksi sudah banyak program yang digulirkan termasuk ke kabupaten Subang. Misalnya, perbaikan saluran irigasi tersier sudah dilaksanakan. Kemudian perbaikan bendungan sudah mulai berjalan. Selain itu rencana pembangunan sodetan hingga waduk di Subang telah dibahas pula dan sudah ada di tingkat presiden.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Endang mengatakan ada empat kecamatan di wilayah utara Subang sering mengalami kekurangan air setiap musim kemarau. Padahal memiliki jaringan irigasi teknis. Kondisi itu terjadi karena pasokan airnya mengandalkan aliran dari Indramayu. Padahal airnya mengalir melalui wilayah Subang tengah yaitu Tarum timur, tetapi masuk dulu ke Indramayu lalu kembali lagi ke Subang.

“Solusi agar pasokan air di empat kecamatan itu bisa lancar cuma dengan sodetan. Itu yang saat ini ditunggu petani. “Di empat kecamatan pantura yaitu pamanukan, pusakanagara, pusaka jaya dan legon kulon asa 11 ribu hektar lahan sawah. Selama ini kebanyakan hanya bisa sekali tanam, jadi bisa dibayangkan kenaikan produksi bila lahan seluas itu bisa dua kali tanam. Kami mohon pemerintah pusat bisa merealisasikan pembangunan sodetan ini,” ujarnya.

Dia mengungkapkan optimis target kenaikan produksi padi yang diberikan ke Subang bisa tercapai apabila mendapat dukungan, di antaranya sodetan bisa terealisasi. Tahun ini Subang sudah mendapat bantuan perbaikan irigasi tersier dan pekerjaannya sudah dilaksanakan 100 persen, nantinya bisa menjangkau 20 ribu hektar. Namun tak akan optimal bisa sekunder dan primernya tak mendukung. “Kami berharap saluran sekunder maupun primernya bisa mendukung pula, utamanya pasokan airnya. Kami siap mendukung kenaikan produksi jabar maupun nasional bila kebutuhan petani bisa terpenehui,” tuturnya.

Sementara itu acara panen raya dihadiri Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih, unsur muspida dan pejabat terkait itu hasil panen petani dengan menggunakan benih TIWI 1 yang tahan serangan hama wereng bisa mencapai 9 ton per hektar. Selain itu diserahkan pula simbolis bantuan benih padi unggul Pak TiWi 1 sebanyak 1 ton dari Direktur Utama, PT Agri Makmur Pertiwi, Junaidi Sungkono kepada Wakil Bupati Subang, dan diteruskan kepada perwakilan petani.

Sumber : Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s