Perhutani Siapkan 5 Ribu HA untuk Para Investor


INDRAMAYU – Ratusan petani penggarap lahan tumpangsari PT. Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Indramayu mengaku sudah jemu mendapatkan janji-janji manis calon investor yang akan menanamkan modalnya dibidang agrobisnis.

“Sudah sering para petani penggarap memperoleh angin surga dari sejumlah calon investor yang katanya mau menanam modal dengan mengajak kerja sama petani penggarap. Ternyata belum satu pun investor yang benar-benar mewujudkan keinginannya,” kata Arsyad Efendi, 55 salah seorang petani penggarap lahan tumpangsari.

Dikatakan, beberapa waktu lalu sejumlah orang mengaku investor mendatangi para petani penggarap. Mereka sempat mendata jumlah petani penggarap serta luas lahan garapannya. Calon investor itu konon berminat terjun agrobisnis melalui tanaman jarak untuk biodisel pengganti BBM jenis solar.

Tanaman jarak sudah ditanam para petani, namun ketika tanaman itu sudah berbuah investornya tidak nongol lagi. Ada pula calon investor yang mengajak kerja sama dengan petani penggarap, katanya investor itu mau k menanam ubi tahunan, juga untuk biodisel. Setelah para petani menanam dan ubi siap panen, si investornya tidak bertanggungjawab.

“Kemarin petani penggarap juga didata. Katanya mau diajak kerja sama menanam jagung. Entah bohongan atau sungguhan. Saya minta kalau ada calon investor itu tidak usah datang langsung ke petani penggarap. Tapi terlebih dahulu membicarakannya dengan Perhutani KPH Indramayu. Supaya petani penggarap tidak berulang-ulang dapat angin surga,” ujarnya.

Humas PT. Perhutani KPH Indramayu Heri Sudrajat dihubungi Pos Kota, Kamis (19/5) mengemukakan, PT. Perhutani pada dasarnya tidak berkeberatan dengan hadirnya calon investor.
Yang terpenting, katanya investor itu harus mau bekerja sama dengan para petani penggarap yang sudah tergabung dalam wadah Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). “Silakan investor bekerja sama dengan anggota PHBM karena tujuan pendirian PHBM itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani penggarap,” katanya.

Dikatakan, untuk kepentingan investor tersedia lahan jati seluas 26 ribu HA yang statusnya telah habis masa kontrak dengan petani penggarap. Lahan itu siap ditanami tanaman sesuai keiginan invesator.

Sumber : Pos Kota

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s