Jadi Barang Strategis, Garam Kurang Dapat Perhatian Pemerintah


Jakarta – Komoditas garam dinilai sebagai barang strategis karena tak memiliki subsitusi komoditi lainnya. Sayangnya sejak lama pemerintah kurang memberikan perhatian pada komoditi ini, hasilnya Indonesia terus impor garam karena produksinya rendah.

Direktur Utama PT Garam Slamet Untung Irridenta mengatakan untuk bisa menekan atau bahkan menghentikan impor garam maka jalan satu-satunya adalah meningkatkan produksi garam nasional.

“Garam ini seolah-olah tak punya tuan, masuk harmonize system (HS) pertambangan, bukan pertanian, maka petani garam tak tersentuh oleh program pemerintah,” katanya di pada acara rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Ia menambahkan selain menggenjot produksi garam dengan revitalisasi ladang garam rakyat, Slamet berharap ada lembaga khusus yang bertugas menjaga harga garam petani. Jika tidak, dengan produksi yang berlebihan nantinya harga garam petani bisa anjlok seperti yang terjadi di 2004 lalu.

“Revitalisasi perlu ada lembaga yang membeli garam agar posisi tawar petani tak rendah,” katanya.

Dikatakannya selama ini pembelian garam rakyat tidak 100% dilakukan oleh PT Garam namun juga dilakukan pihak lain. Ia berharap dengan adanya lembaga itu harga garam kualitas satu yang saat ini hanya Rp 350 per kg bisa ditingkatkan menjadi Rp 1.000 per kg.

“Kalau PT Garam ditunjuk maka kami mengusulkan Rp 1.000 per kg,” katanya.

Di 2011, PT Garam mengajukan usulan pembelian garam rakyat dengan total volume pembelian 340.000 ton dengan nilai Rp 409 miliar.

Lokasinya antara lain 40% pembelian di Madura, Cirebon-Indramayu 20%, dan Pati-Rembang 15% sisanya di lokasi lain.

Sumber : Detik

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s