Banjir Besar Landa Indramayu


INDRAMAYU – Ribuan rumah warga termasuk pasar, sekolah dan mushola di 5 kecamatan di Kab. Indramayu, terendam banjir sejak Selasa (18/1) subuh. Banjir juga merendam ribuan hektar tanaman padi milik petani.

Lima kecamatan yang terendam banjir paling parah itu yaitu; Patrol, Bongas, Sukra, Kandanghaur dan Losarang. “Banjir besar itu terjadi karena tingginya curah hujan, sehingga airnya tak mampu tertampung sejumlah sungai seperti; Sewo, Kalimangsetan, Panggang Welut, Kali Anyar, Ciperawan, Sumber Mas dan Cipanas,” ujar Sudirman. G, 50 tokoh masyarakat Kecamatan Anjatan.

Anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) Patrol, Sukandi , SH mendesak PT. Pertani Patrol, segera membongkar gorong-gorong di depan RS. Pantura untuk memperlancar arus air. Warga memberi waktu 1 bulan, jika tidak dibongkar, warga akan membongkar sendiri.

Banjir juga menggenangi ratusan rumah warga di Desa Eretan Kulon. Kades Eretan Kulon Aminudin mengemukakan, banjir di desanya merendam ratusan rumah dan ratusan hektar sawah yang umumnya sudah ditanami padi.

Pemantauan hari Selasa (18/1) pukul; 07:00 WIB banjir paling parah melanda Kecamatan Patrol. Genangan air disini mencapai setinggi 2 meter. Ribuan rumah warga, termasuk pasar terendam setinggi lebih dari 1 meter.

Kapolres Indramayu AKBP Rudi Setiawan, Selasa (18/1) pagi sudah berada di tengah-tengah warga korban banjir. Kapolres memerintahkan anggota dan relawan mengevakuasi para korban yang terjebak banjir ke lokasi yang dianggap aman.

Banjir di Desa Sumur Adem Barat Kecamatan Sukra, air menggenangi badan jalan Jalur Utama Pantura sepanjang 500 meter setinggi 15 cm. Dampak banjir membuat lalu-lintas berbagai jenis kendaraan terganggu. Bahkan di beberapa titik terjadi kemacetan lalu-lintas yang cukup panjang.

Banjir juga membuat sejumlah kendaraan roda dua terperosok ke got. Pengemudi motor sulit membedakan jalan aspal dan got. Karena jalan dan got di Desa Sumur Adem Barat itu sama-sama terendam banjir.

Warga korban banjir berharap, pemerintah daerah segera mengirim bantuan kemanusiaan. Khususnya berupa bahan pangan, obat-obatan, pakaian dan selimut.

Sampai Selasa (18/1) sore, warga yang terjebak banjir masih belum menerima bantuan dari Pemda Kab. Indramayu. “Kami berharap bantuan kemanusiaan untuk warga yang tertima kesulitan ini segera dikirim,” kata Sudirman. G, 50 yang dijumpai di Desa Sumur Adem Barat.

Di Desa Sumur Adem Barat kata Sudirman. G, banjir melumpuhkan aktifitas warga. Khususnya warga miskin seperti tukang becak, buruh tani, buruh bangunan dan pekerja sektor nonformal lainnya. Bencana alam banjir di desanya membuat mereka kehilangan pendapatan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s