Langsung Dibawa ke Kota Bogor


PATROL–Tertangkapnya Aryanto (26) oleh jajaran Polsektif Sukra, menjadi titik terang bagi pihak kepolisian untuk mengungkap lebih jauh kasus pembunuhan sadis yang menimpa pejabat Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bogor, Agus Sanusi SH MH. Apalagi, diperoleh keterangan, saat eksekusi mati terhadap Agus di rumah kontrakannya, jalan Atletik No 3 RT 04 RW 02, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (22/8) lalu, ternyata dilakukan oleh sindikat pembunuh bayaran.
Selain Aryanto yang mengaku warga Desa Gempol, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, disebut-sebut masih ada dua nama lainnya yang menjadi anggota sindikat pembunuh bayaran yakni Day dan Mul. Bahkan, keduanya bukan hanya terlibat langsung, melainkan juga sebagai otak aksi pembunuhan terhadap Kasubbag Peralihan Hak Kantor BPN Kota Bogor itu.
Kepada polisi, Aryanto mengaku dibayar Rp3 juta untuk turut serta dalam skenario menghabisi nyawa Agus Sanusi. Dia menyatakan hanya berperan sebagai penjaga pintu pagar, dan membawa kabur mobil korban dari rumah kontrakannya. Dengan mobil Toyota Kijang LGX Nopol T 460 ES milik korban tersebut, ketiganya lari dari kejaran polisi dan menghilangkan jejak dengan cara berpindah tempat. Komplotan pembunuh bayaran itu sempat kabur ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk bersembunyi.
Di Semarang, Jawa Tengah, mobil hasil curian itu sengaja berganti nomor polisi menjadi H 2180 L, dan rencananya akan dijual. Kemudian, mereka juga pernah ngumpet beberapa lama di daerah makam Sunan Gunung Jati, Cirebon. Belakangan ketiganya juga diketahui sempat singgah di Kecamatan Karangampel, tepatnya di Desa Benda RT 02 RW 02 Blok Sukamulya.
Tempat terakhir, merupakan kediaman salah seorang perempuan yang diduga teman dekat Day, salah seorang pelaku lainnya. Sayang, saat digerebek polisi, tersangka tidak berada di tempat.
Dari rekam jejak pelarian itu, polisi masih terus mengorek keterangan dari Aryanto yang tertangkap di wilayah hukum Polsektif Sukra, Selasa lalu (14/10). Termasuk keberadaan mereka saat berada di tepi jalan raya Patrol bersama mobil hasil curian.
Hanya saja, karena locus delicti atau tempat kejadian perkara (TKP) berada di Kota Bogor, maka tersangka diboyong jajaran Polresta Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain Aryanto, jajaran Reskrim Polresta Bogor juga membawa serta barang bukti lainnya seperti mobil dan sejumlah barang milik korban.
Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb melalui Kapolsek Sukra Jaya Hardiantho menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut, tidak lepas dari peran serta masyarakat dengan memberikan laporan ketika melihat hal yang dianggap mencurigakan di lingkungannya.
“Kasus ini terkuak, berawal dari laporan salah seorang warga yang melihat adanya kejanggalan dari kehadiran mobil tidak dikenal disekitar kediamannya,” ujar Jaya, Kamis (16/10) di ruang kerjanya.
Begitupun dengan tugas patroli yang dijalankan polisi, berkat kejeliannya dalam menangkap kecurigaan saat di lapangan, pada akhirnya membawa hasil. “Itulah fungsinya patroli. Berawal dari pengawasan wilayah, polisi juga mampu membongkar tabir kasus-kasus besar yang terjadi di daerah lain, namun berawal dari wilayah kita sendiri,” jelasnya.
Jaya mengaku berbangga hati dengan hasil yang dicapai jajarannya. Berkat partisipasi masyarakat pula, kasus pembunuhan sadis tersebut, akhirnya menuai titik terang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s