Dibunuh Karena Dendam


Kasus Tewasnya Pejabat BPN Mulai Terungkap
INDRAMAYU
-Untuk mengungkap motif dibalik kasus pembunuhan sadis yang menimpa pejabat Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bogor, Agus Sanusi SH MH, pertengahan Agustus lalu, Polres Indramayu terus melakukan pengembangan penyidikan. Selain mengamankan Toyota Kijang LGX Nopol T 460 ES, polisi juga menyita barang bukti kartu tanda penduduk (KTP), STNK, dan kartu kredit milik tersangka yang tersimpan di dalam mobil.
Sedangkan salah satu tersangka, Aryanto (26), warga Desa Gempol, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, kini mendekam di sel tahanan Polres Indramayu. Di hadapan petugas, tersangka Aryanto mengaku ikut merencanakan pembunuhan terhadap Agus Sanusi.
Sebelum pembunuhan terjadi, kata Aryanto, pada Kamis (21/8) lalu, dirinya didatangi dua temannya berinisial Day (30) dan Mul (32), keduanya beralamat Desa Gempol, Kecamatan Purwadadi. Karena dijanjikan pekerjaan, akhirnya Aryanto mengiyakan ajakan kedua temannya yang jadi otak pembuhunan sadis tersebut. Esoknya, Day dan Mul, langsung mengajak Aryanto menemui korban yang sedang dinas di BPN.
Ayanto menceritakan, sekitar pukul 14.00 dirinya bersama Day dan Mul bertemu dengan korban di ruang kerjanya. Sementara Aryanto saat itu menunggu di luar. Setelah bertemu di kantor sekitar dua jam, ketiga pelaku dan korban bersama-sama menaiki mobil Kijang menuju rumah kontrakan milik korban. Diakui Aryanto, aksi pembunuhan dilakukan Day dan Mul sekitar pukul 20.00 di rumah susun tempat tinggal korban.
“Korban dikampak dari belakang. Saat itu saya bertugas untuk mengawasi lingkungan setempat, sementara Day dan Mul bertindak sebagai eksekutor untuk menghabisi nyawa korban. Kemudian korban segera dibawa ke mobil, sedangkan tabungan berikut kartu kredit yang tersimpan di lemari diambil,” tutur Aryanto, Kamis (16/10) di ruangan Kapolres Indramayu seraya menegaskan bahwa kasus pembunuhan itu bermotif dendam pribadi, lantaran pengurusan surat-surat tanah tak kunjung selesai.
Masih diceritakan Aryanto, malam saat tertangkap, dirinya bermaksud mengantar Day ke Karangampel untuk menemui pacarnya yang beberapa hari lagi akan melangsungkan pernikahan.
“Karena lama menunggu Day yang sedang berada di rumah calon pengantin, tepatnya di belakang Alfa Mart Karangampel Kidul, akhirnya saya berniat untuk menemui saudara di Kecamatan Sukra,” ungkap Aryanto seraya menegaskan bahwa dirinya bukan pelaku pembunuhan, tetapi hanya bertugas untuk mengawasi aksi pembunuhan yang dilakukan Day dan Mul.
Sementara Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb didampingi Wakapolres Kompol Verdy Kalele SIK dan Kasat Reskrim AKP Andry K mengungkapkan, ketiga tersangka adalah otak dibalik kasus pembunuhan sadis yang menimpa Agus Sanusi.
Dijelaskannya, motif kasus pembunuhan itu terjadi akibat dendam pribadi antara tersangka dan korban. Untuk proses lebih lanjutnya, dirinya akan menyerahkan semua berkas pemeriksaan kepada Polresta Bogor, karena peristiwa kasus pembunuhan itu terjadi di Kota Hujan itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s