Pantura Minim Rambu Lalin


H-8, Jumlah Pemudik Sepeda Motor Meningkat

KANDANGHAUR–Mulusnya jalur pantura Indramayu bukan berarti tanpa risiko. Meski diprediksi tidak akan terjadi kemacetan panjang seperti tahun sebelumnya, namun maut tetap mengintai bagi para pemudik saat di tengah perjalanan. Risiko kehilangan nyawa bisa disebabkan berbagai faktor lainnya. Seperti minimnya penunjuk jalan, maupun terbatasnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang 116 kilometer jalan pantura Indramayu. 
Pantauan Radar, Selasa (23/9), keberadaan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan sangat memprihatinkan. Ada yang rusak, bahkan hilang dari tempatnya. Seperti yang terlihat di jalur pantura Kandanghaur. Beberapa rambu penunjuk jalur putar hanya tersisa tiang penyangga. Akibatnya, pengemudi kebingungan memilih jalur putar mana yang bisa digunakan sehingga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Diduga, rambu-rambu tersebut hilang dicuri lantaran bahannya terbuat dari besi dan almunium yang mudah dijual. “Beberapa waktu lalu masih ada. Tapi saat ini sudah raib entah kemana. Jangan-jangan dicuri orang,” ujar Suryadi (34) warga Desa Cilet, Kecamatan Kandanghaur.
Kalaupun ada rambu penunjuk jalan yang masih utuh, namun sulit dilihat dengan jelas. Pasalnya, di atas rambu-rambu tersebut juga tampak bendera parpol yang dipasang seenaknya. “Mestinya pengurus parpol menertibkan atributnya. Sebab ini menggangu para pemudik untuk melihat jelas rambu-rambu yang ada,” ketusnya.
Demikian juga dengan PJU. Nyaris sebagian besar jalur pantura Kandanghaur kondisinya gelap gulita jika malam hari. Jika pemudik tidak waspada, musibah bakal menimpa. Mendapati kondisi tersebut, pihak terkait dalam hal ini jajaran Kepolisan Resort Indramayu tidak berdiam diri. Usai melakasanakan gelar pasukan Pam Operasi Ketupat Lodaya 2008, persiapan menghadapi masa mudik lebaran yang akan segera tiba kini makin ditingkatkan.
Sejumlah titik di ruas jalur pantura, yang tergolong rawan kecelakaan lalu lintas, kini dipasangi berbagai macam alat pengaman. Antara lain dengan memasang ratusan tolo-tolo dan barien. Pemasangan tanda pengaman itu diletakkan disejumlah titik rawan seperti jalur Kandanghaur, Sukra, Patrol, Losarang dan Lohbener. Selain itu, polisi juga memasang spanduk peringatan maupun imbauan bagi para pengguna jalan yang tersebar di sejumlah kawasan di jalur pantura.
Sementara itu, memasuki H-8 Lebaran, pemudik yang mengendarai sepeda motor (R2) dari arah Jakarta, jumlahnya mulai padat. Pantauan koran ini di pintu masuk jembatan Sewo perbatasan Kabupaten Indramayu-Subang, kedatangan pemudik R2 sudah tampak sejak pagi hingga siang hari. Angkanya rata-rata mencapai 15 motor permenit. Namun saat sore hari, jumlahnya mengalami penurunan. Sebab, para pemudik kebanyakan berangkat dari wilayah Jakarta dan sekitarnya saat dini hari. Meski tidak datang secara bergerombol, laju pemudik R2 ini tampak menonjol di jalan pantura. Hal itu bisa dilihat dari nomor polisi Jakarta dan sekitarnya (B), serta barang bawaan di atas sepeda motornya.
Sementara, pemudik yang menggunakan mobil pribadi (R4) masih terlihat sepi. Dalam semenit hanya satu sampai tiga mobil yang memasuki pintu masuk Kabupaten Indramayu. Karena jalanan masih lengang, pemudik R2 maupun R4 melaju kendaraannya cukup tinggi sampai 100 kilometer perjam. Diperkirakan arus kendaraan pemudik akan meningkat tajam ketika memasuki H-5 Lebaran
Wasgito (39) pemudik asal Tegal, Jateng, mengatakan, dirinya berangkat dari Jakarta selepas sahur, dan diperkirakan sampai rumah menjelang petang. Sepanjang perjalanan, dia mengaku situasinya masih lancar. “Dari Karawang sampai Subang lancar. Gak ada perbaikan jalan lagi,” ujarnya saat mengisi bensin di SPBU Sukra.
Karyawan di salah satu pabrik tekstil di Tangerang ini mengaku memilih mudik lebih awal, setelah perusahaannya memberikan kesempatan bagi pekerja luar daerah untuk libur kerja lebih awal. Uang THR sendiri, sudah diberikan sejak akhir pekan lalu. “Tidak semuanya sih, kalau masih pingin dapat honor tambahan, dipersilakan kerja sampai minggu depan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s