Indramayu Harus Bebas Miras


INDRAMAYU – Dinas Ketenteraman dan Ketertiban Kabupaten Indramayu berusaha membebaskan daerahnya dari peredaran minuman keras (miras).

Upaya itu dilakukan menyusul semakin banyaknya korban tewas akibat miras ”maut”. Karena itu,Dinas Ketenteraman Dan Ketertiban (Distrantib) Indramayu menggelar operasi miras di sepanjang jalur pantura, mulai Kecamatan Sukra- Patrol-Kandanghaur-Losarang dan beberapa wilayah lainnya, kemarin.

Dalam razia miras tersebut, distrantib yang melibatkan personel Satpol PP berhasil menyita ribuan botol miras berbagai jenis. Kepala Distrantib Yan Mulyantoro mengungkapkan, razia yang dilakukan sebagai bentuk implementasi dari Perda Miras No 7/2005.

”Ini sebagai salah satu upaya untuk menekan peredaran miras dan menekan kemungkinan jatuhnya korbanmirasbaru.Bahkan bila perlu Indramayu harus bebas miras,”tandas Yan. Sebelumnya, dua warga Desa Karanganyar RT 02 RW 06,Kecamatan Kandanghaur, Kadiyah, 60, dan Siregar, 55, meregang nyawa setelah menenggak minuman keras yang mereka oplos pada Kamis (18/9) lalu.

Keduanya meninggal di tempat dan waktu berbeda. Kadiyah tewas sekitar pukul 10.00 WIB di rumahnya. Sedangkan Siregar tewas pukul 13.30 WIB di UGD Rumah Sakit Bhayangkara Losarang. Kedua korban diduga mengonsumsi miras merek Vodka yang dioplos beberapa jenis minuman suplemen dan lotion antinyamuk.

Kedua korban sebelumnya mengonsumsi miras di kediaman Siregar di Desa Karanganyar,Blok Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur. ”Pestanya malam Kamis.Tapi peristiwa itu memang baru diketahui setelah ada korban meninggal,” ungkap Roso, 45, salah seorang kerabat Kadiyah.

Dia menjelaskan, keduanya memang sering mengadakan pesta miras bersama-sama. Meski usia mereka sudah tak lagi muda, kebiasaan itu sulit dihilangkan, meskipun di saat bulan puasa. Selama pesta berlangsung,keduanya tak menunjukkan gelagat mencurigakan.

Di antara mereka tak ada yang mengeluh sakit.Bahkan,usai pesta,mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Namun esok harinya, efek racun di dalam kandungan minuman beralkohol itu mulai bekerja.Kadiyah muntah dan kejang-kejang. Meski kondisinya kritis, Kadiyah tidak dilarikan ke RS.

Pada pagi menjelang siang, korban meninggal dunia di rumahnya. Sebelum meninggal,Kadiyah memang sempat mengeluh sakit perut kepada salah satu anggota keluarganya. ”Saat pulang ke rumah, dia memang terlihat mabuk.

Dia sempat mengeluh, tapi terus tidur,”kata Roso. Kondisi serupa dialami korban lainnya, Siregar.Pria ini tiba-tiba ambruk ketika baru sampai ke rumahnya.Siregar pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang sekitar pukul 13.10 WIB. Namun, nyawa korban tidak tertolong karena kondisinya sangat kritis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s